Friday, July 25, 2008

Diam

Diam

Laksana diamnya karang,

inilah kesunyian yang panjang,

melampaui segala rasa,

semenjak kau memilih jalan yang berbeda,

kebekuan yang kini kurasa,

hanya kamu yang bias meluluhkannya,

andai kau tahu sebanyak apa aku merindukanmu:
Sebanyak gerimis yang turun dari langit,

andai kau ada disini,

letakkan tanganmu di dadaku hitunglah detaknya,

sebanyak itulah namamu selalu kugaungkan.

pemergian mu

Pemergian mu

Air matamu mengiris hatiku halus
kuusapkan telapak tanganku ke wajahmu yang pucat
terlihat ketakutan kehilangan akan nafasmu
nafasmu yang mengalir dalam nafasku

Kubelai rambutmu dengan kelembutan angin malam
terasa getaran menyatu diujung jari-jari
tak kuasa menahan gejolak kasih
limpahan nuansa kejora malam yang tak bertepi

Tak akan kutinggalkan hatimu yang manangis pilu
telah terpatri janji pada kedalaman nurani
akan ikut menyatu kegalauan kasih dalam derita
meski kekuatan malam hendak meragas

sendiri

aku meringkuk dalam gelap

menangkap bayangmu

yang datang sekejap

mengejar suaramu

yang lirih menjauh

menghirup wangi tubuhmu

yang kian hilang

tersapu angin

dan aku terkapar

menggigil sendirian

merindukanmu

dalam ruang yang pengap

ku temukan

Ku temukan

satu hati mengingat kan
ku kembali tentang indah nya cinta suci
tentang hangat nya kasih sejati.
ku coba sibak hati
mungkin kah ada keteduhan asa untuk setia

ermmm

Mengenangmu

Mengenangmu membuatku mengerti kau ibarat jelmaan keindahan tuhan berbentuk perempuan.bening matamu sebentuk telaga yang memberi kedamaian,mengenangmu adalah membuatku sadar betapa aku terlalu mengharapkan kau hadir disini.

hahahaha

~~Jarang sekali terdengar bunyi ketukan di pintu hatiku ini, kalau ada pun bila ku buka tiada sapa yg berada di luar...tapi semenjak dua menjak kini ku rasakan bagai ada tetamu..tanpa dijemput sudi menjengOk, pada waktu sepi menemani